Sumpah Pemuda (Tak lagi Sakti)

Indonesiaku sekarat
Indonesiaku sedang sakit
Bernanah hingga berbau busuk
Tak kunjung sembuh
Hampir terburai
Menjadi sampah

Indonesiaku sedang sakit
Pemudanya tak lagi asik
Sibuk saling mencaci maki
Tak jarang mereka saling melempari

Maka…
Hari ini kubacakan lagi mantra yang dahulu sakti mandraguna..
Tepat tanggal 28 Oktober 2020
Sumpah Pemuda
Bertumpah darah satu, Tanah air Indonesia
Berbangsa satu, Bangsa Indonesia
Berbahasa satu, bahasa Indonesia

Kubaca dan kulantunkan mantra itu..
Kurafalkan kata perkata dengan khusuk
Kuulang ulang….
Berharap masih sakti mandraguna
Menggema hingga ke plosok negeri
Merekatkan kembali
Bumi Nusantara
Dari Marauke hingga papua
Seperti 92 tahun silam
Saat dirafalkan oleh Muhammad Yamin
Di Kongres Pemuda II
Di Batavia

Ah…ternyata
Mantraku tak mempan
Masih saja….
Intoleransi diutamakan
Intimidasi sesama dibiarkan
Kekerasan Agama dipopulerkan
Pemerintah mendiamkan
Pura pura tidak tahu

Ada apa dengan mantraku…
Sepertinya tak mujarab lagi..
Indonesiaku…masih seperti ini…
Keberagaman kini dilarang
Tuduhan “kafir” bagi yang tak seiman..
Masih sering kudengar….
Rumah ibadah disegel paksa
Warga dilarang beribadah..

Mengapa…
Mantra sumpah pemuda tak lagi manjur..
Mungkinkah…karena saya sering membacanya di Toilet?
Atau….
Mungkin saja karena Pemudanya sering onani…
Sehingga…
Kesaktiannya menghilang..
Tak lagi mampu merekatkan bumi pertiwiku

Tiba tiba…
Ibu Pertiwi berbisik padaku
Anakku…Tolonglah aku
Sampaikan pesanku kepada Kalimantan, Sumatera, Aceh, Jawa, Sulawesi dan Papua
Hiduplah akur, saling menyanyi dan mengasihi..

Jangan lagi terulang…
Peristiwa Poso berdarah..
Muslim-Kristen saling mencerca..
Saling bersaing menumpahkan darah..
Tak peduli itu saudara..

Jangan kau ulang peristiwa Sampit 2001
Antara Madura dan Dayak
Saling tikam, saling tuding, saling membunuh
Menghilangkan jiwa jiwa yang tak bersalah
Tak peduli anak cucu menangis darah
menyisakan trauma..

Atau kisah penganut Ahmadia
Karena tak seiman
Mereka diusir dari tanah kelahiran
Hidup tanpa arah
Mereka tak diakui
Padahal sedarah

Sadarlah anakku…
Aku sedang sekarat..
Jangan lagi menambah luka..
Kembalikanlah kesaktian Sumpah Pemuda
Bersatulah seperti semula
Menjadi Indonesia kuat..

Sadarlah anakku…
Bangkitlah…
Hilangkan kebencian di hatimu
Jadilah Pemuda seperti harapan Soekarno
Pemuda pemersatu bangsa..
Pemuda Yang Memajukan Bangsa
Pemuda yang menolak jadi Bangsat…

Bambalamotu, 28 Oktober 2020

Karya : Liana

You cannot copy content of this page