SAWAH

Hasil panen dua bulan yang lalu sudah dibagi, stok beras dirumah cukup untuk empat bulan kedepan.

Jika warisan tanah ini dijual keluarga kita akan semakin sulit bertahan hidup sekedar untuk makan.

Begitu banyak orang datang membujuk agar sawah ini dijual. Konflik keluarga mulai muncul agar sawah ini segera dijual.

Di sawah ini banyak orang menggantungkan hidupnya, mulai dari tukang ngurek belut hingga petani yang berganti generasi secara turun temurun.

Di sebelah barat banyak sawah yang sudah dijual dan berganti dengan banyak bangunan mulai pabrik hingga rumah mewah.

Dengan uang yang lumayan cukup besar, Mang Bana bisa membeli rumah baru di kota dengan segala kemewahan yang dimilikinya mulai dari Istri yang baru hingga kendaraan keluaran terakhir dari negara Jepang.

Sesekali Mang Bana datang ke kampung halamannya. Seperti layaknya gitaris terbaik dunia Yngwie J Malmsteen, Mang Bana terlihat gagah dengan Rolex melingkar di lengan kanannya.

Kehidupan Mang Bana jauh dari kata melarat dibandingkan ketika dirinya hanya meiliki beberapa petak sawah yang digarapnya sendiri.

Kehidupan Mang Bana berubah seiring dengan hadirnya pasangan hidup. Kebahagiaan Mang Bana terlihat dari wajahnya yang sekarang hidup di kota.

“Kalau saya tidak menjual sawah warisan ini, mana mungkin saya punya barta banyak dan istri yang cantik.” Jawab Mang Bana kepada teman-temannya di warung kotek Ceu Tati.

Sawah Mang Bana adalah warisan darikedua orang tuanya yang sudah wafat. Adiknya Mang Bana meninggal empat tahun yang lalu. Kebetulan Adik Mang Bana, Neng Imas bekerja di salah satu rumah di Jazirah Arab.

Orang di kota tidak akan menyangka kalau Mang Bana hanya lulusan SD. Istri Mang Bana ternyata dulunya pegawai kantor si pembeli sawah milik keluarga Mang Bana.

Menjual sawah dengan hasil miliaran rupiah plus di embohan perempuan cantik adalah metode baru yang di jalankan Mr. Liang Tai Soek alias Alang. Pria separuh baya kelahiran Wuhan Tiongkok yang sudah hampir lima belas tahun hidup di Indonesia.

Alang punya stok beberapa perempuan cantik untuk dijadikan paket dalam pembelian sawah di beberapa daerah. Dan Mang Bana adalah orang yang beruntung mendapatkan perempuan cantik sekaligus uang miliaran rupiah saat menjual sawahnya.

Bersambung

Ki Jempe

You cannot copy content of this page