Revolusi Mental Presiden Joko Widodo Vs Revolusi Ahlaq Imam Besar Habib Rizieq Shihab

Dalam rangka menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab Ketua Ormas FPI (Front Pembela Islam) tiba Indonesia. Saya dapet kabar dari gebetan saya si Jakarta, diperkirakan lebih dari 900 ribu orang masuk ke Ibu Kota Jakarta. Aparat keamananpun / TNI di kerahkan untuk mengawal kedatangan Ketua Ormas FPI tersebut.

Terlepas dari banyak masyarakat yang pro dan kontra terhadap beliau, saya sebagai masyarakat awam yang buta tentang seluk beluk ke Ormas-an di Indonesia, harus JUJUR MENGAKUI bahwa sosok bernama Rizieq Shihab yang dipanggil sebagai Habib dan Imam Besar oleh Ummatnya /Pengikutnya baik dari FPI maupun yang diluar organisasinya, memang menjadi fenomena tersendiri dalam perjalanan sejarah bangsa dan negara Indonesia selama 75 tahun Merdeka. FPI yang dibentuk setelah reformasi meledak pada Mei 1998 yang digagas oleh Kaum Reformis, menjadi salah satu ormas yang cukup dikenal.

Keberangkatan ke tanah suci tiga tahun lalu dan Kembalinya Habib Rizieq Shihab ke Indonesia pada hari ini disikapi dengan kebencian oleh yang kontra dan disikapi sangat baik oleh pendukungnya. Inilah konsekuensi hidup di negara ( berseteru alias raribut wae, euweuh kabosen) Indonesia dengan pancasila sebagai dasar negaranya tapi menerapkan demokrasi liberal dalam pelaksanaannya. Itulah jika para politisi dan bebek-bebeknya yang tidak konsekuen terhadap pancasila, maka akibatnya rakyat teu alakur.

Apakah kedatangan Warga Negara Indonesia bernama Imam Besar Habib Rizieq Shihab ke tanah kelahirannya di Jl. Petamburan Jakarta dengan jargon terbaru nya bertema “Revolusi Ahlaq” nya bersama FPI dan pengikutnya akan berjalan sukses? Waktu yang akan menjawab.

Mang Djana

You cannot copy content of this page