Mangrove Adalah Pahlawan Dalam Menjaga Abrasi

“Penanaman Mangrove memperkuat dari mitigasi bencana” itulah kalimat pembuka Adam Gumelar kepada RODAMAGZ.COM di acara penanaman pohon Mangrove dan Cemara.

Dalam rangka memperingati hari Pahlawan pada 10 November, dua orang aktivis lingkungan, Adam Gumelar dan Uvi, yang tercatat juga sebagai bagian dari pengurus WAHMI ED Lebak, Prov Banten, telah melakukan penanaman pohon Mangrove dan Cemara.

Penanaman pohon Mangrove dan Cemara pusatkan dilokasi Pantai Sawah Kabayan, di Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Dipilihnya lokasi ini karena kondisi pantai tersebut sudah terkena dampak abrasi.

Kegiatan penanaman pohon ini didukung penuh oleh Kepala Desa Muara Bapak H. Endang Fahruroni S.E. Bahkan Bapak Arief yang dikenal sebaga KCD DKP Lebak, turut mensupport kegiatan penanaman pohon Mangrove dan Cemara ini.

Kepada RODAMAGZ, Mang Adam Gumelar menjelaskan bahwa pohon Mangrove adalah “Pahlawan” yang bisa menjaga dari laju abrasi. Mangrove juga bisa menjadi pemecah ombak. Sambil berjalan menyisir pantai Mang Adam dengan sangat serius bilang bahwa Mangrove bisa berfungsi menjadi benteng dari pengaruh banjir daratan dan air Rob laut.

“Mangrove itu seperti prajurit” sambung Adam. Pandangan matanya lurus menuju matahari yang mulai terbenam. “Mangrove itu gagah berani. Dia ada di medan perang yang menjaga di garda terdepan. Mangrove itu sangat hebat” kata Kang Hendar, salah seorang warga yang turut hadir dan ikut berpartisipasi melakukan penanaman.

Dengan hadirnya kedua tokoh masyarakat desa di acara penanaman pohon yang dilaksanakan oleh WAHMI (Wahana Mangrove Indonesia) Lebak Banten dan warga setempat, ini menjadi bukti akan pedulinya pemerintah setempat dalam menjaga dan merawat lingkungan yang bermanfaat untuk semua baik warga maupun wisatawan. Adam Gumelar dan Uvi terlihat begitu sangat terharu ketika kedua tokoh desa itu datang dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan penanaman pohon ini.

Matahari sudah terbenam di ufuk barat. Dengan suara yang agak serak Mang Adam pamitan sambil bilang didepan saya “Harus dengan tangan kita sendiri Mangrove baru bisa diselamatkan”

Pak H. Endang Fahruroni (Kepala Desa) dan jajarannya yang sangat mendukung kegiatan ini, menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada WAHMI, aktivis lingkungan dan warga yang ikut berpartisipasi dalam acara penanaman pohon. ” Sebagai kepala desa, jujur saya bangga dan sangat terharu, sudah ada yang mau memperhatikan lingkungan khususnya di wilayah pesisir di daerah Sawah Kabayan. Silahkan datang ke kantor desa, jika ada yang bisa kami bantu. Saya dan jajaran di kantor desa In Sya Allah akan terbuka kepada siapapun dalam rangka merawat dan menjaga lingkungan.” Tuturnya sebelum semua membubarkan diri.

Mang Djana

You cannot copy content of this page