Komunitas SLANK di Muna Fokus Dalam Dunia Pendidikan. Keren!!

Sejak dirilisnya album pertama Slank ditahun 90an, band yang bermarkas di bilangan jalan Potlot Jakarta ini sudah menarik banyak perhatian publik baik penikmat musik domestik dan mancanegara.

Bongky, Indra, Pay, Kaka dan Bimbim atau sering disebut F13 memberi angin segar dalam dunia industri musik nasional. Banyak band lainnya dengan kualitas yang bagus terjun ke dunia rekaman. Karakter musik Slank yang mulai menemukan warnanya semakin liar berkarya dengan tingkat penjualan yang cukup signifikan ditengah “persaingan” yang cukup ketat.

Selain sukses didunia rekaman dengan lagu-lagu yang berbobot, Slank juga semakin banyak tampil dari panggung ke panggung di seluruh Indonesia. Perubahan personil Slank setelah keluarnya Bongky, Indra dan Pay dan membentuk band baru dengan nama BIP, tidak membuat Slank terpuruk. Bimbim dan Kaka tetap berkarya dengan merekrut personil baru. Uniknya, walaupun F13 ini bubar, Slank dan BIP tetap sukses! Kedua band ini tetap berkarya dengan kualitas musik yang bisa diterima para penikmat musik di Indonesia san mancanegara.

Slankers, adalah sebutan fans fanatik Slank. Slankers ada dimana-mana. Managemen Slank di Potlot pun memiliki divisi khusus yang mengelola Slankers. Mereka selalu hadir dikonser-konser pertunjukan Slank diberbagai kota.

Saya dibuat kaget ketika bisa mengenal sekelompok penggemar Slank di Kabupaten Muna Sulawesi yang membentuk sebuah organisasi yang kegiatannya terbilang edukatif. Slank Kondongia, itulah nama komunitas penggemar Slank yang Desember 2020 baru saja memperingati dirgahayunya yang ke 6.

Sejak komunitas ini didirikan pada tahun 2014 sampai awal Maret 2021, sudah tercatat sebanyak 42 orang anggota yang dibagi kedalam beberapa divisi. Sudah banyak acara digelar oleh komunitas ini. Semangat mereka berorganisasi yang kebetulan para pelajar ini tidak pernah surut walaupun semua anggotanya belum pernah bertemu personil Slank menonton konser musiknya secara langsung dipanggung.

Gaya slengean dan lagu-lagu Slank yang mereka dengar lewat kaset, CD, media cetak dan mainstrean termasuk di media sosial ternyata mampy menginspirasi anak-anak muda di sebuah kota kecil bernama Kabupaten Muna membentuk komunitas yang lebih memfokuskan dalam kegiatan yang sangat positive!! Mereka tidak perduli semua personil Slank mau ngapain, yang pasti komunitas yang mereka dirikan gegara kecintaannya terhadap Band Slank tetap hidup!

Sejarah berdirinya/terbentuknya komunitas penggemar Slank bernama Slank Kondongia tercatat rapih dalam arsip organisasi mereka. Slank Kondongia dibentuk/dibentuk oleh enam orang. Ke enam Founder itu adalah: La Ode Jemis atau lebih dikenal dengan beken Jemis Slank. La Ode Kamaludin atau biasa dipanggil Kamal Slank. Nane Slank adalah panggilan nama dari Akbar Ramadhan. Reza lebih suka dipanggil Bung Bey. La Tinang atau Cinang Slank dan Zainul Karim yang akrab dipanggil Jay Slank. Itulah founder Slank Kondongia yang dideklarasikan pada 12 Desember 2014.

Menurut para anggotanya banyak lagu-lagu Slank yang pada akhirnya menginspirasi mereka membuat berbagai acara. Pusaka (Perpustakaan Jalanan), GCM (Gerakan Cepat Membaca), Kejar (Kajian Intensif Pelajar), Orasi ilmiah sekabupaten
Muna dan Slank Cup adalah beberapa kegiatan yang pernah di gelar komunitas ini.

Ketika saya tanya, “Apa sih harapannya Slank Kondongia kedepan?” dengan rendah hati mereka bicara apa adanya. “Harapan dari kami mampu dan bisa memberikan peran sentral dalam mencetak generasi muda yang bermartabat, produktif, kompetitif dan adaptif dalam melihat segala perubahan dan tantangan zaman khususnya didaerah Kab Muna.”

Komunitas ini sudah memiliki sekretariat yang selalu digunakan untuk berkumpul sekedar ngopi dan membahas hal-hal yang berkaitan dengan keorganisasian. Sekretariatnya di Desa Kondongia, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna.

Dari ke 42 anggota komunitas Slank Kondongia ternyata album Kampungan adalah karya miliknya Slank yang paling banyak disukai. Dari ke 42 orang itu mereka punya idola masing-masing. Gak peduli Slank berganti formasi. Dengan aktifitas yang lumayan menguras pikiran dan tenaga dalam dunia pendidikan dan aktivitas sosial.

Semua anggota komunitas ini belum pernah sekalipun nonton konser live nya Slank!! Walaupun begitu mereka tidak berkecil hati dan gak ngebela-belain jual segala macem untuk bisa nonton konsernya Band yang jadi idola mereka.

Suatu saat saya sangat yakin mereka akan hadir dan menjadi saksi sejarah untuk pertama kalinya nonton konser livenya Slank!! Entah dimana dan kapan waktunya saya gak tahu. Atau mungkin kalau Tuhan memberi jalan, bisa saja personil Slank yang datang ke sekretariat Slank Kondongia di Kabupaten Muna. Untuk melakukan hal itu, Bimbim dkk gak sulit.

Struktur Organisasi Slank Kondongia 2021:

Ketua: La Tinang
Sekjen: Okaswati
Bendahara: Ruslan Abdul Gani

Divisi Pusaka
Penanggung Jawab:

  1. Nanang
  2. Wandy
  3. Nina Ndo
  4. Esti
  5. Ivan
  6. Sukianti
  7. Yamen

Divisi GCM (Gerakan Cepat Membaca)
Penanggung Jawab:
1.Midah

  1. Yeyen
  2. Fitra
  3. Fykma
  4. Winky
  5. Melani Sukma
  6. Immah
    8.Anti

Divisi Kejar (Kajian Intensif Pelajar)
Penanggung Jawab:

  1. Karida
  2. Mirna
  3. Astrid
  4. Ajas
  5. Jordi

Divisi Olahraga
Penanggung Jawab.
1.Itor

  1. Alu
  2. Amar
  3. Ani
  4. Niaga
  5. Ade
  6. Gilang

Divisi Media Sosial
Penanggung Jawab:

  1. Novi
  2. Restiana
  3. Ilan
  4. Aldino
  5. Yanti
  6. Iin
  7. Juma

Slank dan penggemar fanatiknya di komunitas Slank Kondongia telah memberi pelajaran penting bagi kita semua, ternyata Slengean nya personil SLANK mampu mengarahkan anak-anak muda ke hal-hal yang positive dengan karya-karya lagunya. Slank memang Terlalu Manis untuk dilupakan.

•Mang Djana•

You cannot copy content of this page