Kader Pemuda Demokrat Kembali Ke Habitatnya Setelah Gagal Nyaleg!

“Habis berapa duit Kang saat ikutan jadi caleg?” Pertanyaan yang gak penting keluar begitu saja dari mulut saya dilantai dua di rumahnya dikawasan terusan Buahbatu Bandung. Lukisan foto Bung Karno yang terpajang didinding sebelah tangga menuju ke lantai dua, menjadi pertanda tokoh daerah yang satu ini adalah Soekarnois sejati yang kebetulan juga tercatat sebagai kader pemuda demokrat indonesia.

Perjalanan menjadi anggota sebuah organisasi dilaluinya tanpa beban. Dedikasi dan Loyalitasnya mengantarkan sosok yang satu ini menjadi Ketua Umum Pemuda Demokrat di tingkat Kecamatan. Satu jabatan yang berat tentunya. Adalah Ir. Herry Mei Oloan dan Troy Yadi G Lukas Sos. yang menjadi mentor kaderisasi Kang Ahmad Syarif di Pemuda Demokrat. Kedua orang inilah yang menjadi sosok panutan Kang Ahmad sehingga jiwa marhaenisme nya tetap terjaga.

Kegagalannya menjadi anggota legislatif dengan biaya yang sangat besar pada tahun 2014, tidak lantas membuat Kang Ahmad terpuruk. Perlahan Kang Ahmad mampu melepaskan rasa trauma akibat kegagalannya bertarung untuk menjadi anggota dewan di arena judi coblos yang semua pemenangnya di tentukan dan diumumkan oleh KPU.

“Kobarkan api nasionalisme di Bandung” itulah sebait pesan dari Bung Karno yang disampaikan Bung Perry Ngeten (alm) dari DPP PDIP saat memberikan materi kaderisasi di Bandung yang menjadi penyemangat seorang Kang Ahmad melakukan aktifitas berniaga sayur-sayuran segar baik langsung maupun online dan kembalinya beliau bermain musik!!

Bermain musik ternyata sudah dilakoni Ajud Stanza (nama beken Ahmad Syarif) sejak tahun 80an sebelum terjun ke dunia politik di era reformasi yang ternyata untuk menjadi seorang pejabat publik dengan sistem pilsung (pemilu langsung) sangat sulit walaupun disokong dengan dana yang cukup besar.

CIMOS, PAMONES dan ONE STONES adalah beberapa nama grup band yang menjadi catatan karir bermusiknya. Bahkan CIMOS pernah lima kali juara festival musik di tingkat lokal Jawa Barat khususna di Bandung. Drumer CIMOS, Pherfox adalah didikan seorang drumer kondang, Kang Iwan Ganif atau lebih dikenal dengan nama beken Iwan Saraf yang banyak mencetak drumer handal di kota Bandung. Iwan Saraf drumer IQ Band yang dikemudian hari Opi IQ, vocalisnya bergabung dengan band Jam Rock (Jamrud).

Masih di era 80an setelah puas dengan CIMOS Band, Ajud Stanza bergabung dengan PAMONES band. Di pamones inilah jam terbang Ajud semakin banyak. Perform dari panggung ke panggung di seluruh Jawa Barat dilakoninya dengan sangat enjoy. Pengalaman yang sangat berharga bagi seorang Ajud ketika beliau mendirikan bareng Zakki adiknya Nicky Astria.

Pernah sepanggung mengiringi almarhum Deddy Stanza di era 80an adalah pengalamannya yang hingga kini tak pernah terlupakan. Sayang dokumentasinya gak ada. Maklum jaman dulu kadang sound effect aja minjem. Bisa sepanggung dengan rocker sekelas Deddy Stanza berkat seorang promotor musik kondang saat itu, Kang Denny Sabri.

Pengagum Achmad Albar, Deddy Stanza, Gito Rollies dan Mick Jagger ini sekarang kembali aktif bermusik setelah membuat single dengan genre rock n roll. Ajud Stanza berkolaborasi dengan seorang pencipta lagu asal Binong Bandung, Gani Nag. Suaraku Tak Merayu adalah judul lagu yang sudah selesai di rekam disalah satu studio dibilangan Soekarno-Hatta Bandung.

Dukungan dari kedua anak dan istrinya dalam bermain musik membuat Ajud Stanza terasa tenang selain setiap hari berbisnis sayur-sayuran segar. Satu ruangan dilantai dua dirumahnya akan dibuatkan studio musik untuk membuat lagu dan latihan bareng dengan band yang akan mengiringi Ajud Stanza nyanyi dipanggung.

Saat saya tanya apa harapan Kang Ajud dalam bermusik setelah keluar single lagu Suaraku Tak Merayu yang diciptakan Gani Nag? Dengan tatapan mata yang cukup optomis Ajud Stanza hanya bilang; “Semoga bisa mewarnai musik Indonesia. Saya merasa beruntung bisa bertemu dengan Mang Gani. Ia salah satu yang membuka jalan kembalinya saya terjun kembali kedunia musik dengan waktu yang sangat terbatas.

Bincang-bincang sore RODAMAGZ.COM dengan pria kelahiran tahun 1968 bernama Ajud Stanza di kediamannya diterusan Buahbatu Bandung, berakhir menjelang shalat Isya. Gak nyangka saya malah di antar pulang oleh Kang Ajud sampai di jantung pusat kota Bandung.

Mang Djana

Suaraku Tak Merayu

Aku adalah aku
Rock N Roll-ku menggebu
It’s Okeeeey…
Mengalir didarahku

Suaraku tak merayu
Tak pernah Ku meragu
Nyanyiikaaan….
Alunkan sebuah lagu.

Jalan berliku terbiasa akuu…
Hadapi saja buatku seru.

Reff:
Kemooon…..
Semua satukan musik rock en rooll
Kan kugapai dunia untuk maju kedepan
Biar tetap eksis..
Hilangkan boring ya.. ya.. ya..
Mainkan rock en rooll……

Cipt: Gani Nag.

You cannot copy content of this page