Juadah Makanan Langka Khas Lampung Selatan

Susananya Sangat Mencekam Saat Saya Menyusuri Daerah Pesisir Pantai Yang Pernah di Terjang Bencana Tsunami di Lampung Selatan. 

Juadah, makanan langka yang hanya bisa dan ada di Lampung Selatan. Makanan ini terbuat dari tepung. Mirip dodol. Juadah teksturnya lembut dan gak lengket. Enak banget. Dikemas dengan daun pisang. 

Yang unik dari juadah ini hanya di buat saat ada acara pernikahan yang di gelar di Lampung Selatan. Kalau misal orang Lampung Selatan nikah di luar daerah juadah akan di buat. 

Pokoknya unik lah.. bukan hanya dari kualitas bahan dan hasil olahannya saja, tapi tidak setiap orang bisa mencicipi Juadah termasuk orang Lampung Selatannya sendiri. Hanya orang – orang yang beruntunglah yang bisa mencicipi Juadah. 

Saya adalah salah satu orang yang sangat beruntung bisa mencicipi Juadah. Sejak menginjakan kaki di tanah Sumatera pada tahun 1988, baru kali ini saya bisa jalan-jalan ( Oelin Tos Waktosna ) ke daerah pesisir pantai di Kalianda. Tadinya sih pengen banget ke puncak Gunung Rajabasa. 

Tepat di akhir bulan Februari 2020 setelah pulang dari Lampung Tengah sebenarnya saya sudah berada di Merak. Entah kenapa saya pengen balik lagi ke Kalianda Lampung Selatan. 

Sesampainya di Kalianda sekira pukul satu dini hari, saya di jemput dua orang mahasiswa yang tergabung di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). 

Perjalanan menyusuri pantai selatan di malam hari menuju salah satu desa di kaki Gunung Rajabasa yang pernah terkena dampak bencana Tsunami itu lumayan cukup mencekam. Yang bikin saya kaget saat tiba-tiba ada seekor anjing mau menggigit kaki. Huuuft… 

Perjalanan malam menyusuri pesisir pantai itu memakan waktu hampir setengah jam dengan kendaraan roda dua. Setibanya di lokasi, segelas kopi panas khas lampung yang disajikan para aktivis PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ) bikin saya kembali fresh dan bisa tidur pules. 

Pagi hari pukul delapan saya dibawa para mahasiswa menuju ke tempat budi daya lele. Ternak lele ini miliknya Bung Thata yang tercatat juga sebagai aktivis PMII Lampung Selatan. 

Di tempat Thata inilah saya bisa mencicipi makanan khas bernama Juadah. Kebetulan disaat yang sama ada tetangganya yang akan melangsungkan pernikahan. Jadi syukur alhamdulillah berkat rahmat Allah yang maha kuasa saya bisa menikmati Juadah. Makanan yang super langka. Gak setiap orang bisa mencicipi Juadah walaupun orang lampunya sendiri. 

Oelin Tos Waktosna

Mang Djana

You cannot copy content of this page