Jalan Mawar 10 Surabaya

Saksi sejarah di hancurkan oleh anak bangsanya sendiri. Ini fakta bukan Hoax.

Pertempuran 10 Nopember 1945 gak bisa lepas dari sosok pemuda bernama Bung Tomo. Lewat siaran radio di jalan Mawar no.10 Surabaya Bung Tomo menbakar semangat arek Suroboyo utk mengusir tentara sekutu. Dijaman itu Bung Tomo tentu ngerti banget bahwa siaran radio sangat penting dan memang sangat strategis untuk membuat arek-arek Suroboyo bangkit melawan tentara Sekutu dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yg sudah di perjuangkan rakyat

Dengan pidato yang sangat berapi-api Bung Tomo telah membangkitkan Spirit Jihad fi sabilillah arek arek Surabaya yang sudah diserukan Hadratus Syech Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama. Boleh jadi resolusi Jihad Kyai Hasyim Asy’ari adalah api sedangkan pidato Bung Tomo seperti bahan bakar yang menyiram api sampai membesar dan membara, seperti menggeloranya semangat arek-arek Suroboyo di dalam pertempuran 10 Nopember yang sangat dahsyat.

Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar, takbir Bung Tomo di akhir siaran radio persis sehari sebelum pertempuran 10 Nopember, terbukti sangat ampuh menggugah emosi dan semangat rakyat untuk bangkit melawan penjajah dengan senjata yang ala kadarnya, tentu saja bambu runcing menjadi senjata yg banyak di gunakan.

Kini banyak fans yg mengidolakan Hadratus Syeh Hasyim Asy’ari cuek dengan salah satu peninggalan sejarah di Surabaya.

Surabaya, 28 Maret 2018.

Mang Djana

You cannot copy content of this page