Choose Part 8 : Liburan Akhir Pekan

Disaat situasi Coronavirus melanda Indonesia praktis semua aktivitas menjadi terhambat karena harus berada di rumah untuk memutus penyebaran virus yang sangat mematikan. Risna memanfaatkan situasi ini dengan berbisnis. Ibu-ibu di jalan H. Kadrun jadi target pemasaran barang-barang yang risna jual. Gak tanggung-tanggung Risna menjual alat kelamin cowok berbahan silicon !!

Pukul sepuluh pagi tadi Risna pergi ke ATM BRI untuk ngambil kiriman uang dari Pak Tarman. Rencananya uang itu akan di bagikan ke tetangga-tetangganya yang suaminya kerja di proyek di Kalimantan. Kebetulan Pak Tarman yang sekarang jadi suami simpanannya Risna adalah. mandornya.

Sejak pukul satu rumah pak Tarman yang di tempati Risna di datangi ibu-ibu di jalan H. Kadrun. Bergiliran datang dan baru beres pukul empat sore.

Semua kontak nomer telepon tetangganya itu semua sudah di simpan Risna. Setelah selesai menunaikan amanah dari Pak Tarman, Risna menghubungi suami simpanannya itu. Hanya sekitar tiga menitan Risna nelfon Pak Tarman.

Suasana di jalan H. Kadrun hari sabtu 11 April 2020 masih lengang. Semua penghuni masih enggan keluar rumah gegara himbauan Stay@Home / DirumahAja gencar diberitakan di televisi, radio dan media sosial.

Pukul lima sore Risna iseng-iseng buka aplikasi media sosialnya yang beberapa hari gak di aktifkannya. Banyak sekali chat yang masuk ke akunnya. Satu persatu di bacanya dan hanya beberapa saja yang dia balas.

Suara adzan Magrib berkumandang di mesjid yang gak jauh dari jalan H. Kadrun. Risna bergegas ke air untuk menjalankan ibadah shalat Magrib. Smartphonenya di matikan. Charger di ambilnya dari laci untuk mengisi batre yang sudah hampir habis.

Risna duduk bersimpuh di atas sajadah menghadap kiblat. Gak terasa waktu sudah menunjukan pukul delapan malam. Beres shalat isya Risna berkemas membereskan perangkat shalatnya. Mukena yang baru di belinya di Pasar Cipulir minggu yang lalu di lipatnya.

” Ya Allah maafkan aku. Aku lakukan semua ini demi anakku. Aku salah telah memberikan tubuhku kepada pria yang saat ini jadi suami simpananku.” Suara lirih Risna didepan cermin yang wajahnya ditutupi kedua tangannya tak sanggup menahan tetesan air mata yang keluar saat itu.

Malam minggu ini Risna termenung dengan tindakannya yang salah. Roti bakar yang dibuatnya gak di habiskannya.

Smartphone sudah dilepasin dari chargernya. Setelah di aktifkan, beberapa pesan di WhatsApp di bukanya. ” Ris, nanti malam jam dua belas bapak telfon ya.. ” pesan singkat di chat WhatsApp dari Pak Tarman dibalasnya singkat saja. ” Iya say.” Risna menambahkan sticker gambar 💖 dan gambar bibir merahnya.

Kebiasaan Risna bermain media sosial belum bisa di tinggalkannya. Malam minggu ini 11 April 2020, Risna harus membatasi hanya sampai jam 12 malam. Janji Video Call-an dengan suami simpanannya harus dilayani semaksimal mungkin. Tepat pukul sebelas malam suasana kamar Risna sudah rapihkan. Risna hanya mengenakan tanktop merah tanpa Bra. Sementara bagian vitalnya di biarkan terbuka untuk melayani Physical Distancing dengan Pak Tarman, suami simpanannya yang jauh di Kalimantan.

Bersambung.

Mang Djana

You cannot copy content of this page