Beli Nasehat Jitu Agar Jalanmu Tetap Tenang.

Presiden RI Joko Widodo, adalah satu-satunya orang yang harus dan paling bertanggungjawab dengan adanya kericuhan berujung bentrok antara rakyat dengan aparat kepolisian yang terjadi selama ini.

Kericuhan dan pengrusakan fasilitas umum yang entah dilakukan oleh siapa, terjadi karena Presiden Jokowi memaksakan kepada anggota DPR bahwa Rancangan Undang Undang Cipta Kerja / OmnibusLaw menjadi prioritas utama yang harus segera di sahkan menjadi UU Cipta Kerja, yang mengakibatkan penolakan berbagai elemen masyarakat.

Ketika aspirasi rakyat melalui media cetak, televisi, radio dan media sosial tidak didengar oleh pemerintah dan oleh DPR, maka jalan terakhir yang di tempuh adalah demonstrasi / unjuk rasa turun kejalan menolak UU Ciptaker.

Penolakan UU Ciptakerja tidak hanya sampaikan oleh buruh, mahasiswa dan pelajar sekolah saja, jutaan rakyat pun melakukan hal yang sama melalui media sosial. Penolakan UU Cipta Kerja semakin bertambah kekuatannya dengan bergabungnya para Guru Besar dari berbagai Perguruan Tinggi.

Beberapa mahasiswa dari berbagai daerah mencoba meminta pendapat saya melalui kontak WhatsApp menyikapi persoalan OmninusLaw. Saya hanya menjawab singkat, ” Bahwa dengan semakin banyaknya penolakan UU Cipta Kerja yang di sampaikan oleh masyarakat bahkan para guru-guru besar perguruan tinggi pun menyuarakan hal yang sama, seharusnya Pemerintah dan anggota DPR sadar diri. Masih agak mendingan Partai Demokrat dan PKS menolak walaupun nasib kedua partai ini sama dongkolnya dengan elemen lain yang sama-sama menolak UU Cipta Kerja.”

Mungkin, sebait lirik lagu miliknya GRASSROCK bisa membuat Presiden Jokowi dan DPR merenung dan mempertimbangkan aspirasi rakyat.

“Terang sangat terang, matamu memandang, beli nasehat jitu agar jalanmu tetap tenang”

Mang Djana
Kontributor RODAMAGZ.COM

You cannot copy content of this page