10 Fakta Menarik tentang Ibnu al-Haitham

Siapa yang tidak memiliki kamera di jaman sekarang ini? Alat yang bisa merekam gambar dan menyimpannya ini bahkan bisa dengan mudah kalian temui di ponselmu.

Kalian kini bisa dengan mudah menggunakannya/mengaksesnya. Namun, tahukah kalian siapa orang yang pertama kali mencetuskan ide penciptaan teknologi kamera? Dialah Ibnu al-Haitham. Salah seorang ilmuwan muslim yang sangat antusias meneliti atau mengembangkan ilmu optik yang menjadi cikal bakal lahirnya kamera.

Banyak kejadian2 menarik seputar kehidupannya saat beliau  mengembangkan ilmu optik ini. Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Ibnu al-Haitham yang berhasil saya rangkum.

1. Ibnu al-Haitham berasal dari keluarga yang kekurangan harta.

Sejak kecil Ibnu al-Haitham hidup dengan sederhana. Kehidupan keluarganya yang kekurangan harta, tidak menjadi penghalang beliau untuk bersemangat menuntut ilmu. Hal ini terbukti dengan prestasi belajarnya yang sangat membanggakan.

2. Ibnu al-Haitham rela meninggalkan pekerjaannya demi menuntut ilmu.

Ibnu al-Haitham beruntung lahir pada masa Dinasti Abbasiyah. Pada masa itu, ilmu pengetahuan berkembang pesat di Baghdad. Bahkan sampai juga ke Basrah, tempat lahirnya Ibnu al-Haitham.  Prestasi belajarnya yang bagus membuat beliau mendapat kepercayaan untuk bekerja di istana sebagai pegawai kerajaan. Namun Ibnu al-Haitham tidak ingin selamanya bekerja sebagai pegawai. Beliau ingin terus menambah ilmu pengetahuannya. Oleh karena itu, akhirnya Ibnu al-Haitham memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan dan mulai bertualang menuju pusat-pusat ilmu pengetahuan.

3. Ibnu al-Haitham pernah gagal menangani proyek Sungai Nil.

Saat itu kerajaan Mesir dikuasai oleh Dinasti Fatimiyah. Negeri itu subur berkat aliran sungai Nil. Pertanian, perdagangan dan kehidupan rakyat di sepanjang aliran sungai ini semakin makmur. Namun begitu, sungai ini bisa mendatangkan bahaya banjir, terutama ketika datang hujan lebat. Raja pun dibuat pusing dengan persoalan ini. Akhirnya, karena kehebatan ilmunya, Ibnu al-Haitham diundang pihak kerajaan untuk menangani masalah ini. Beliaupun mulai membangun bendungan untuk mengendalikan air agar tidak meluap membanjiri permukian penduduk. Namun karena minimnya peralatan saat itu, akhirnya proyek itu gagal. Raja pun sangat marah dan akan memberikan hukuman yang berat kepada Ibnu al-Haitham karena beliau dicap gagal melaksanakan proyek tersebut.

4. Ibnu al-Haitham berpura2 hilang ingatan untuk menghindari hukuman.

Karena merasa jiwanya terancam, dengan kecerdikannya Ibnu al-Haitham sengaja berpura-pura gila.Pihak kerajaan pun akhirnya membatalkan hukuman berat tersebut dan hanya menjebloskannya ke dalam ruang tahanan.

5. Ibnu al-Haitham di kurung dalam kamar yang gelap.

Siapa sangka, kamar gelap tersebut justru menjadi awal terciptanya sebuah penemuan baru. Ibnu al-Haitham melihat seberkas cahaya masuk kamar. Cahaya itu masuk dari lubang kecil bagaikan sebuah garis lurus. Ibnu al-Haitham melihat cahaya tersebut sebagai awal dari ilmu baru.

6. Ibnu al-Haitham merancang lensa dengan tangannya sendiri.

Seperti halnya mata yang memiliki lensa, begitu pun dengan kamera dan sejenisnya. Ibnu al-Haitham kemudian mulai merancang cermin cembung dengan mesin bubutnya. Beliau mengembangkannya menjadi sebuah lensa.

7. Ibnu al-Haitham terus mengembangkan ilmu optik.

Semangat Ibnu al-Haitham mengembangkan ilmu sangat luar biasa. Petualangannya mengembara ke pusat2 ilmu, mulai dari ahwaz, Baghdad dan Mesir. Selanjutnya beliau pergi ke Andalusia di Eropa untuk mengembangkan ilmu optik. Ibnu al-Haitham akhirnya bisa menciptakan teori pembiasan cahaya dan menerangkan proses penyebaran cahaya terhadap berbagai warna.

8. Ibnu al-Haitham adalah ilmuwan yang menjelaskan teori penglihatan mata.

Sebelumnya memang ada ilmuwan Yunani, yaitu Ptolemy dan Euclid yang menerangkan teori penglihatan mata. Menurut mereka, mata memancarkan cahaya yang mengenai benda sehingga benda tersebut bisa terlihat oleh mata. Pendapat tersebut keliru, menurut Ibnu al-Haitham  justru bendalah yang mengandung cahaya, lalu mata menangkap cahaya sehingga benda tersebut menjadi terlihat.

9. Ibnu al-Haitham adalah ilmuwan yang serba bisa.

Tidak hanya populer di bidang ilmu optik, Ibnu al-Haitham juga menguasai tentang matematika. Bukunya yang terkenal adalah Al-Jami fi Ushul al-Hisab. Ibnu al-Haitham juga menulis buku ilmu geometri, yaitu Al-Tahlil wa al-Tarkib. Menurutnya, ilmu geometri bermanfaat bagi hukum syariat.

10. Ibnu al-Haitham adalah ilmuwan yang sangat Dihormati.

Atas jasa2nya di bidang ilmu optik, perkembangan kamera kini semakin canggih setiap harinya. Dunia sangat menghormatinya sehingga berbagai cara dilakukan untuk mengenangnya, di antaranya sebuah kawah di bulan dinamai Alhazen, kemudian benda langit dinamakan asteroid 59239 Alhazen. Bahkan, para ilmuwan juga merayakan 1000 tahun Ibnu al-Haitham. Tak kalah juga UNESCO mengadakan acara meriah di Paris pada 19 Januari 2015. Acara tersebut berkaitan dengan pentingnya ilmu di bidang cahaya.


Demikian 10 fakta menarik tentang Ibnu al-Haitham. Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi positif bagi kalian.

Edi Laish

Sumber disarikan dari: buku : Seri Ilmuwan Muslim yang Dikagumi Dunia : Ibnu al-Haitham Pencetus Teknologi Kamera.

Penulis : Yoli Hendi

Ilustrasi : Joy Subarjah, Yusuf M. Suriawinata

Layout : Edi Laish

Cover : Muchlis Umar

Penerbit : PT LUXIMA METRO MEDIA

youtube: Edilaish channel

You cannot copy content of this page